Tanjungpandan, 3 Januari 2026 — Dalam rangka mengawali Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026, Bina Insani Belitung menyelenggarakan kegiatan Upgrading Guru bertema kesehatan mental pendidik, pada Sabtu (3/1/2026) bertempat di Ruang Pertemuan SDIT Bina Insani. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, dr. Ngestituti Pramusita, Sp.KJ, yang memberikan edukasi penting tentang kesehatan mental bagi para pendidik.

Kegiatan upgrading ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran guru akan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai fondasi produktivitas kinerja, kualitas pembelajaran, serta ketangguhan emosi dalam menghadapi karakter peserta didik yang beragam.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Bina Insani, Ustadz Riswanto, S.Pd., M.M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa guru adalah aset utama lembaga pendidikan. Oleh karena itu, kesehatan mental guru perlu mendapat perhatian serius agar proses pembelajaran berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sesi inti diisi oleh pemaparan dr. Ngestituti Pramusita, Sp.KJ, yang mengulas berbagai aspek kesehatan mental pendidik, mulai dari pengelolaan stres, keseimbangan emosi, hingga strategi menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja sekolah. Materi disampaikan secara komunikatif dan aplikatif, sehingga mudah dipahami dan relevan dengan tantangan keseharian guru.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana para guru antusias berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait dinamika pembelajaran dan pengelolaan emosi. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat baru menyambut semester genap.
Direktur Pendidikan Bina Insani, Ustadzah Dini Gantini, S.Pd.AUD, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini membawa dampak nyata bagi para guru.
“Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental guru, sekaligus menumbuhkan semangat dan energi baru untuk memulai pembelajaran di semester dua dengan lebih bahagia dan bermakna,” ungkapnya.
Melalui kegiatan upgrading ini, Bina Insani Belitung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan profesional guru secara holistik—tidak hanya dari sisi kompetensi akademik, tetapi juga kesejahteraan mental dan emosional pendidik.
